Articles
22nd Apr 2014Posted in: Articles 0
Kemandirian Dalam Hubungan

Bulan kelahiran Raden Ajeng Kartini ini lazim diperingati rakyat Indonesia sebagai hari emansipasi wanita. Hari di mana seluruh warga Negara diingatkan pada kesetaraan hak tanpa memandang gender. Di sisi lain, banyak juga suara yang mengingatkan agar para wanita selalu ingat kodratnya. Apakah itu berarti wanita yang mandiri rentan melanggar kodrat?

Bahwa wanita dan pria punya hak yang sama sebagai warga Negara, itu adalah mutlak. Maka di mata hukum, kedudukan wanita dan pria otomatis juga sama.

Tapi, jika dilihat dari sudut pandang hubungan emosi, kemandirian tentu jadi satu hal yang interpretasinya sangat personal. Sebagai manusia, wanita atau pria, sama-sama perlu memiliki sifat kemandirian. Karena pada akhirnya, kita tak selalu bisa mengharapkan bantuan. Ada saat-saat di mana yang kita miliki hanyalah diri kita sendiri. Karena itu, selalu berusaha untuk belajar melakukan banyak hal dengan tangan sendiri. Saat kemampuan sudah dikuasai, saat itu kita dapat menikmati pilihan untuk menggunakan kemampuan tersebut atau tidak.

Sementara itu, dalam sebuah hubungan, perasaan dibutuhkan adalah faktor penting. Perasaan tidak dibutuhkan bisa membuat pasangan kehilangan alasan untuk tetap berada dalam sebuah hubungan.

Jadi, bagaimana dong agar wanita tetap mandiri tanpa membuat pasangannya merasa tak dibutuhkan?

·         Biarkan si dia sesekali melakukan sesuatu untuk kamu. Jangan lupa ucapkan terimakasih atas kesediaannya membantu kamu, bahkan jika hasilnya lebih buruk daripada jika kamu melakukannya sendiri.

·         Walaupun kamu lebih tahu bagaimana cara melakukan suatu hal dengan baik, jangan mengkritiknya saat ia melakukan kesalahan. Beri ia waktu untuk mencoba, beri saran jika ia minta, selebihnya tunggu suasana cukup nyaman untuk kamu mengajarkan apa yang kamu tahu padanya.

·         Jika ia tampak tak nyaman untuk menawarkan bantuan, coba sesekali kamu yang minta tolong. Katakan padanya, bahwa sekalipun kamu bisa melakukannya sendiri, tapi tak semenyenangkan jika dilakukan bersama si dia.

·         Ingatkan selalu betapa secara emosional kamu membutuhkannya. Dan perasaan yang didasari rasa cinta itu tak bersyarat. Artinya, dia gak perlu jadi orang yang hebat dan mampu melakukan segalanya untuk mendapatkan cinta kamu. 

·         Saat suasana memungkinkan, cobalah bicara tentang kemandirian. Bagaimana menurut dia batasan kemandirian wanita yang wajar, bagaimana perasaannya jika kamu melakukan semuanya sendiri atau jika meminta tolong padanya. Apakah secara prinsip kalian sejalan? Atau masih ada selisih persepsi yang harus disamakan?

Semoga, pada akhirnya, kemandirian Calon Manten dan pasangan menjadi saling melengkapi, bukannya malah membuat lupa untuk menjaga perasaan saling membutuhkan.

Leave a Reply