Articles
16th Jan 2012Posted in: Articles 3
Jangan Takut Bermimpi!

Pernikahan adalah Impian yang jadi kenyataan, setidaknya begitulah harapan sebagian besar orang. Bahkan, tidak sedikit orang yang merancang pernikahannya, setidaknya dalam benak mereka, jauh sebelum mereka menemukan pendamping hidup.

Namun di sisi lain, impian tersebut seringkali berbentur dengan banyak faktor. Tradisi, budget, hingga keterlibatan keluarga besar seringkali justru membuat orang berhenti bermimpi. Tradisi yang dianut turun temurun memang memililiki pakem tersendiri seputar ritual pernikahan. Budget juga tentunya menjadi faktor yang kadang kala membenturkan impian indahnya pesta pernikahan dengan kenyataan. Terakhir tapi tidak kalah penting, adalah kenyataan bahwa dalam banyak kasus, menikah tidak sekedar menjadi urusan kedua calon manten, tapi juga seluruh keluarga besar dari kedua belah pihak.

Lalu apakah ini artinya calon manten harus berhenti bermimpi? Tentu tidak! Pernikahan, yang idealnya hanya akan berlangsung sekali seumur hidup, adalah pantas untuk menjadi muara impian setiap calon manten. Ketiga faktor di atas dapat selalu dikompromikan dengan kreativitas atau dengan toleransi yang tinggi. Beberapa calon manten misalnya, memilih untuk membagi dua ritual pernikahannya. Misalnya, akad nikah dibuat sesuai dengan tradisi yang berlaku, sementara resepsi dibuat persis seperti impian mereka. Atau, resepsi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama sesuai dengan keinginan keluarga besar dan mengundang tamu-tamu yang merupakan relasi keluarga besar. Sesi kedua dibuat sesuai dengan keinginan calon manten dengan mengundang teman-teman calon manten.

Jangan Takut Bermimpi!

Lalu pesta pernikahan seperti apa yang ‘boleh’ diimpikan? Tentu hanya langit lah batasannya. Setiap orang berhak memimpikan berbagai bentuk pesta pernikahan. Konsep yang mewujud dalam sebuah pesta pernikahan bisa sakral, romantis, atau bahkan nyeleneh, unik, konyol, semua terserah calon manten. Selama syarat sah pernikahan secara agama dan hukum telah dipenuhi, maka merayakan dengan berbagai bentuk konsep pesta boleh-boleh saja.

Beberapa orang ingin mengabadikan sejarah hubungan cinta dengan pasangannya hingga mewujud menjadi ikatan pernikahan. Misalnya, mereka yang tadinya adalah teman SMA, bisa saja kemudian bermimpi indah menikah di gedung sekolahnya. Atau banyak gadis muda yang merasa menikah disimbolkan sebagai moment di mana dirinya sebagai putri dijemput sang pangeran. Tentu tidak salah kalau ingin membuat konsep negeri dongeng pada pesta pernikahannya. Saat ini juga banyak pasangan calon manten muda yang lebih memilih resepsi pernikahan dengan konsep yang lebih simple. Mengobrol santai dengan para tamu, turun berbaur berfoto bersama sehingga pelaminan yang megah pun tidak lagi dibutuhkan.

Seperti apapun konsep pernikahan impian calon manten, jangan takut untuk memimpikannya, dan lalu jangan pula takut untuk mewujudkannya. Bahkan, kalau Anda memiliki konsep pernikahan impian, kenapa tidak mengikuti Lomba Menulis Konsep Pernikahan Impian? Hanya dengan menceritakan konsep pernikahan impian, Anda dapat memenangkan hadiah Rias Pengantin + penggunaan busana pengantin perdana + penggunaan mobil pengantin Velfire, senilai total Rp. 20 juta dari L Gallery. Yuk…mari bermimpi dulu, kemudian mewujudkannya ☺

3 Responses

  1. vheytha says:

    kenapa 20tahun keatas? aku mendekati 19 tahun ga boleh ya 🙁

  2. ano says:

    maaf, pengumumuman pemenang dmn ya???

Leave a Reply