Articles
25th Aug 2014Posted in: Articles 0
Bertamu ke Rumah Calon Mertua

Setelah menjalin hubungan serius dengan anaknya, tahap berikutnya adalah bertemu dengan anggota keluarganya yang lain. Kebanyakan orang akan merasa nervous berat saat harus bersilaturahim, bertemu calon mertua untuk pertama kalinya. Padahal, nervous bisa bikin sikap Calon Manten justru jadi aneh dan akhirnya gak dapat simpati dari Calon Mertua. Supaya pertemuan tersebut gak gagal total, perhatikan beberapa point di bawah ini:

Penampilan

Para perempuan, gunakan make up seperlunya. Buat tampilan kamu senatural mungkin. Tapi jangan diartikan polos pucat dan lusuh ya. Dalam berpakaian tampilah sesopan mungkin, tidak perlu mengubah jati diri kamu. Kalau memang suka memakai gaya casual, jeans dan kemeja lengan pendek masih oke kok. Tanggalkan dandanan ekstrim ala gothic atau punk misalnya.

Wewangian

Kadang-kadang, nervous membuat seseorang memakai parfume/cologne/after shave lebih banyak daripada biasanya. Jangan sampai terjadi pada Calon Manten ya. Pilih wewangian yang lembut dan gunakan secukupnya. Yang penting jangan sampai berbau tak sedap.

Pahami Tradisi Keluarga

Apakah keluarganya punya tradisi cium tangan, cium pipi kiri dan kanan, atau sekedar saling menyapa saat berjumpa? Ikuti tradisi tersebut supaya kamu lebih mudah diterima. Karena kesan pertama yang dibentuk dari interaksi pertama kali, akan meninggalkan memori yang sangat kuat.

Dekati Kuncinya

Siapa yang paling dominan dalam keluarga si dia, Ibu atau Ayah? Untuk pertemuan pertama, curilah hati anggota keluarga yang dominan tersebut. Biasanya, setelah itu, jalan untuk diterima seluruh anggota keluarganya menjadi lebih mudah.

Sopan

Ini sih mutlak kalau memang Calon Manten berharap dapat restu Calon Mertua. Ucapan tolong dan terimakasih jangan sampai dilupakan. Jika ada sesuatu yang dirasa kurang tepat, simpan saja protes kamu di hati, kecuali hal itu benar-benar urgent untuk disampaikan. Bahkan, ketika mungkin dalam keluarganya ada satu orang yang bersikap menyebalkan, telan saja dulu omelan kamu dan cukup beri senyum ramah.

Jaga Jarak

Memang sih Calon Mertua perlu yakin bahwa kamu benar-benar serius mencintai anaknya, tapi jangan tunjukan dengan kedekatan fisik, apalagi berlebihan. Tidak perlu selalu gandengan tangan, apalagi terus menerus nempel ke mana-mana. Malah, kalau kamu berhasil mingle di tengah keluarganya tanpa ditemani si dia, kamu pasti dapat point besar banget dari Calon Mertua.

Humble

Pada setiap obrolan dengan pihak keluarga si dia, selalu ingatkan diri untuk bersifat rendah hati. Walaupun kamu tahu banyak tentang topik yang sedang jadi bahan pembicaraan, tidak usah mengumbar pengetahuanmu kecuali memang ditanya. Apresiasi sewajarnya apapun yang dikatakan lawan bicara, walaupun kamu mungkin bisa memberi pendapat yang lebih cerdas dan tepat.

Beri Pujian

Puji apa saja yang layak kamu puji di acara pertemuan tersebut. Misalnya rumah calon mertua yang rapih, masakannya yang enak, koleksi anggreknya yang cantik-cantik, atau foto-foto lucu anak-anaknya. Tapi ingat, puji dengan tulus dan sewajarnya, jangan mengada-ada apalagi menggunakan kata-kata yang berlebihan.

Puji Si Dia

Orangtua mana yang tak senang anaknya dipuji. Ungkapkan pada Calon Mertua, beberapa hal baik tentang si dia yang kamu tahu. Jangan lupa juga sisipkan pujian untuk calon mertua karena sudah berhasil mendidik anaknya dengan baik.

Jangan Sok Tahu

Mungkin kamu tahu banyak tentang si dia, bahkan kemungkinan besar kamu tahu sesuatu tentang si dia yang orangtuanya sendiri tak tahu. Tapi pada situasi ini, sebaiknya tak usah kamu umbar hal tersebut. Sebaliknya, tanyakan mengenai si dia pada Calon Mertua, terutama mengenai masa kecilnya. Tunjukkan bahwa kamu sangat peduli pada anak mereka dan ingin tahu lebih jauh mengenainya melalui sumber yang paling terpercaya, yaitu orangtuanya.

Ikut Terlibat

Jangan hanya bengong sendirian di ruang tamu, berusahalah untuk ikut terlibat saat memungkinkan. Misalnya membantu menyiapkan meja untuk makan malam, membersihkan remah-remah kue sebelum pulang, meletakkan perabotan kotor ke dapur, ikut nimbrung ketika si Ibu tengah berkebun, atau saat Ayahnya tengah mengutak-atik kendaraannya.

Terimakasih

Sebelum pulang, jangan lupa ucapkan terimakasih atas kesediaan mereka menerima kamu di rumahnya. Sampaikan rasa senang kamu karena bisa berada di tengah-tengah mereka dan harapan semoga bisa kembali ke sana di lain waktu.

Semoga berhasil jadi Calon Mantu idaman di mata Calon Mertua ;)

Leave a Reply