Articles
24th Mar 2015Posted in: Articles 0
6 Hal Yang Berpotensi Menggangu Kelancaran Persiapan Pernikahan

Upacara dan resepsi pernikahan yang sukses, lancar dan seindah impian tentu adalah dambaan setiap Calon Manten dan keluarga besarnya. Namun, kisah-kisah buruk seputar persiapan dan pelaksanaan sesekali masih saja terdengar. Kadang datang dari pihak keluarga, teman dan kerabat, seringkali juga dari kalangan selebriti. Malah, the worst scenario, yaitu digagalkannya pernikahan, juga bukannya tak pernah terjadi. Siapkan fisik dan mental demi terhindar dari mimpi buruk para Calon Manten, perhatikan point-point berikut:

1. Stress
Normal banget, saat banyak hal mesti dipersiapkan, sementara waktu semakin dekat, semua pihak yang terlibat pun jadi stress. Ngerinya, stress saat persiapan pernikahan ini banyak ‘komplikasinya’, mulai dari pertengkaran antar Calon Manten dengan keluarga sendiri, dengan keluarga pasangan, pertengkaran antar keluarga, atau antara Calon Manten Pria dan Wanita. Sebabnya sederhana sih, kalau under pressure, semua orang cenderung mudah meledak. Bayangin kalau yang ‘diledakkan’ juga orang yang tengah mudah meledak, bisa jadi peledakan berantai deh. Solusi: rileks! Satu atau dua orang berkepala dingin akan membantu menenangkan. Setiap Calon Manten berusaha memecahkan masalahnya dengan keluarganya masing-masing sekuat tenaga, sehingga tidak meningkat jadi pertengkaran yang lebih sensitif antar keluarga, atau antara Calon Manten dan keluarga pasangan. Ingat loh, salah-salah bisa-bisa pernikahan batal.

2. Mantan
Satu kata yang jadi momok untuk pasangan yang tengah dimabuk cinta, tapi lebih menjadi momok bagi pasangan yang akan segera menikah. Bukan rahasia, semakin dekat waktu menikah semakin besar kemungkinan ketemu mantan. Beberapa Calon Manten senang bermain api, melakukan one last meeting dengan sang mantan sebelum melepas masa lajang. Alasannya sekedar sebagai moment perpisahan. Memang acaranya mungkin hanya ketemuan dan makan bareng, tapi efeknya bisa panjang loh. Memori masa lalu bisa terkenang kembali, dan umumnya adalah memori-memori indah, malah bisa lupa kenapa dulu sampai putus. Selain itu, tanpa disambangi Calon Manten, kadang-kadang ada mantan yang nekad datang begitu tau akan ditinggal menikah. Selanjutnya, sama saja resikonya. Solusi: Jangan pernah bermain api. Jika ingin mengantarkan undangan, usahakan sama-sama ada yang menemani, tidak berduaan saja. Stress saat persiapan menikah seringkali membuat kita tak mampu berpikir jernih, ditambah dengan kenangan masa lalu, bisa jadi kombinasi yang ‘mematikan’.

3. Diet Berlebihan
Siapa sih yang tak ingin tampil sempurna di hari H? Salah satu fokus untuk tampil sempurna biasanya adalah bentuk tubuh. Dan karena umumnya persiapan pernikahan dimulai beberapa bulan sebelum hari H, Diet pun berkesan ngebut. Keinginan tampil langsing ini seringkali jadi bumerang yang membahayakan kesehatan Calon Manten. Efek samping yang muncul tidak hanya berwajah lesu tapi juga bisa sakit berat dan akhirnya gagal melaksanakan pesta. Di sisi lain, stress saat persiapan pernikahan membuat Calon Manten sering melakukan yoyo diet, kadang menahan diri berlebihan dari makanan, lain waktu malah kalap. Hasilnya, berat badan malah melonjak. Solusi: realistislah soal berat badan, rias dan busana yang tepat akan mampu menampilkan sisi terbaik Calon Manten kok. Sebaliknya, kalau Calon Manten lesu, walau dibalik riasan dan busana terbaik, sorot mata dan bahasa tubuh tak akan mampu ditutupi.

4. Mengganti Perawatan Wajah
Salah satu concern penampilan sempurna tentu adalah wajah. Karena itu, Calon Manten sering terjebak untuk mengganti produk yang biasa digunakan dengan produk yang diyakini lebih baik. Padahal, belum tentu produk tersebut cocok. Resikonya, keadaan kulit malah semakin parah. Selain itu, produk juga mungkin saja berhasil, tapi harus melalui masa purging atau bahkan pengelupasan kulit. Keadaan kulit wajah seperti ini justru akan sangat merepotkan saat dirias nanti. Solusi: Jika kulit tidak memiliki masalah, sebaiknya tidak mengganti,menambahkan, atau mengurangi produk perawatan kulit yang biasa digunakan. Lakukan make up test untuk memastikan apakah ada hal yang harus dilakukan agar hasilnya bisa sempurna.

5. Mengganti Banyak Hal di Hari-hari Terakhir
Keinginan memiliki hari pernikahan yang sempurna memang seperti koin dengan dua sisinya. Satu sisi, memang harus diupayakan, tapi sisi lain bisa malah menjadi obsesi yang tak sehat. Dalam perjalanan persiapan, seringkali Calon Manten mendapat ide atau masukan baru, dan tergoda untuk mengganti rencana. Saat seperti ini, rentan menjadi bencana, mengingat satu elemen dengan elemen lainnya saling berhubungan. Belum lagi koordinasi dengan WO atau pihak keluarga. Solusi: Lakukan yang terbaik, tapi jangan memaksakan diri. Realistis dengan waktu yang tersedia. Ingat, upacara pernikahan yang sempurna adalah saat Calon Manten berhasil dapat predikat Manten dengan sah dan direstui oleh keluarga, dan orang-orang terdekat. Selain itu, adalah pelengkap kesempurnaan saja.

6. Over Budget
Tak mampu disiplin dengan rencana bisa berakibat over budget. Kalau sudah memiliki dana cadangan sih tidak masalah, tapi kalau akhirnya harus kebingungan mencari uang tambahan, bisa jadi bahaya. Banyak kisah Manten yang terlibat hutang pasca upacara pernikahan. Atau ada juga yang menunda demi mencapai budget yang diingikan. Padahal dengan menunda setelah persiapan matang, biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar lagi. Solusi: buat rencana dengan detail, hitung dengan seksama, lalu disiplin lah berpegang pada rencana tersebut.

Pada setiap orang, banyak ada berbagai masalah berbeda yang berpotensi mengganggu kelancaran persiapan dan proses pesta pernikahan, tapi secara umum, enam point di atas lah yang kerap terjadi. Jangan biarkan hari terindah Calon Manten dirusak oleh hal-hal tersebut, you’ve been warned! 

Leave a Reply